Teras Kabupaten Bogor

Home » » Tidak Ada yang Namanya Busana Muslim/Muslimah Itu ...

Tidak Ada yang Namanya Busana Muslim/Muslimah Itu ...

Salah Kaprah

Bogor (KabupayenBogor) - Oleh : Port.Dr. Sumanto Al Qurtuby (Direktur Nusantara Institute).

*Dosen King Fahd University* , dan 

*Senior scholar Middle East Institute* . 

Banyak umat Islam di Indonesia yang mengatakan, menganggap atau mengklaim *"busana Muslim/Muslimah"* . Padahal *sejatinya itu tidak ada ... Itu hanya illusi .* 

Biasanya yang mereka maksud dengan "busana Muslim" itu misalnya "baju koko". Padahal "baju koko" itu kan "busana Tionghoa". Namanya saja "koko". Itu kan panggilan orang-orang Tionghoa kepada kakak laki2 / abang : misal KoKo Ahok , KoKo Aling , KoKo Ping Ho , dll. 😱

Busana lain yang dianggap "busana Muslim" adalah gamis/jubah. Padahal jubah itu pakaian etnis mana saja dan pengikut agama apa saja . Jubah juga busana tradisional Tionghoa . Lihat saja Wong Fai Hung , para Biksu (Pendeta Budha) . Pakaian gamis itu dulu diperkenalkan oleh para pengelana dan pedagang Tionghoa ke Timur Tengah lewat Jalur Sutera . 

Di Timur Tengah, gamis juga dipakai oleh kelompok etnis mana saja dari agama/kepercayaan apa saja bukan melulu Arab/Muslim tetapi juga Qashqai, Kurdi, Yazidi, Druze, Assyrian, Mandaean, Shabak, Agama Katholik dlsb. 

Juga Etnis & suku-suku di Afrika Utara & Afrika Barat juga mengenakan jubah . 

Kemudian juga , yang biasanya disebut / dianggap sebagai *"busana Muslimah"* untuk perempuan yaitu *hijab/jilbab* atau minimal *kerudung*... Padahal *jenis pakaian ini* juga *lebih dulu dipakai oleh kaum perempuan dari berbagai penganut agama lainnya di dunia ini*, bukan hanya Muslimah saja. *Bahkan cadar (niqab/burqa) juga lebih dulu dipakai oleh kaum perempuan kelompok ortodoks Yahudi yang mengklaim , "cadar" adalah "syariat/ajaran Yahudi".*  

*JADI , istilah yg dipakai utk sebutan "busana Muslim/Muslimah dsb" itu tidak lebih sebagai alat kampanye (bagi propaganda politik & propaganda agama saja)* dan *juga digunakan sebagai gimmick dan bahan promosi dagangan (oleh pedagang2 bakul) supaya dagangan pakaiannya cepat laris saja dibeli oleh konsumen2 yg mau dibohongi oleh pedagang2 tsb*. 

Begitulah kira2 analisa yg menggunakan akal sehat / nalar ... Tidak lebih, tidak kurang...

Menjadi Muslim/Muslimah tidak harus bercadar, berniqab, berjilbab, berhijab, berkerudung, berabaya, bergamis / berjubah, berkoko dan seterusnya tetapi juga bisa berkebaya, bersarung, berblangkon, berpeci, berjeans, berkemeja, berjas, berjarik dan seterusnya.  

*Jabal Dhahran, Jazirah Arabia*

Thanks for reading & sharing Teras Kabupaten Bogor

Previous
« Prev Post

Populer