Pengunjung Kabupaten Bogor, hingga hari ini :

Komunitas Tanah Impian

Komunitas Tanah Impian yang berdiri sejak tahun 2010, adalah sebuah Komunitas yang memiliki ikatan emosional satu sama lainnya, tersebar di seluruh Nusantara.

Kami adalah orang-orang yang ingin menerapkan nilai-nilai Budaya Bangsa Indonesia, bukan yang lain, sehingga kami pun menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Kami terus mencoba untuk menjadikan Kearifan Lokal sebagai acuan kami dalam memandang segala macam permasalahan, hingga mencari jalan keluarnya.

Agar kami tidak terombang-ambing dalam mengerti dan memaknai Kearifan Lokal itu sendiri, maka kami memulainya dengan mengerti dan memahami sejarah Bangsa terlebih dahulu.

Banyak hoax, bahwa kami ini mempunyai hutang budi terhadap nilai-nilai Bangsa lain, bahkan hutang budi atas pertolongan saat Indonesia ingin merdeka, dlsb, dlsb...

Untuk itu kami mengajak seluruh Bangsa Indonesia yang memiliki niat, untuk tidak menghianati Bangsanya sendiri, baik disengaja, maupun tidak disengaja - karena ketidak tahuannya.

Agar kita semua dapat melihat Bangsa Besar ini secara obyektif, maka saya mengajak Anda semua untuk mengunjungi  Perpustakaan Tanah Impian terlebih dahulu. Agar Anda semua dapat membuka mata dan matahati, bahwa Peradaban adalah Nusantara.

Perpustakaan Tanah Impian bukanlah Perpustakaan Offline, melainkan Perpustakaan Dunia Maya (Online).

Bersyukur meski Komunitas ini tidak secara resmi kami data keanggotaannya, namun dari tiap-tiap cluster, mereka selalu berbagi jumlah keanggotaannya.

Moto kami : "Berjuang dengan Sejarah" 

Sementara Logika Berfikir kami : "Sejarah Tanpa Tahun adalah Dongeng Belaka" atau Hoax.

Hal ini untuk menjadi pengingat kita, agar jika ada yang cerita Sejarah, maka teman-teman dari Komunitas secara langsung menanyakan "Itu Tahun Berapa Kejadiannya"

Bersyukur dengan 2 Alat Bantu di atas (Moto dan Logika Berfikir), banyak sudah "Kebohongan Sejarah" yang terungkap di seputaran mereka.

Langkah selanjutnya, setelah 2 Alat Bantu tersebut sudah melekat, maka mereka mulai memakai logika, saat ditunjukan tempat dan benda bersejarah. Logika itu akan menjawab tua tidaknya benda purbakala di seputar mereka, valid tidaknya benda purbakala di seputar mereka, dst...

Sapto Satrio Mulyo | Semoga Bermanfaat

Kembali ke Kearifan Lokal


Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat


Kabupaten Bogor yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram